Kyou wa gyouji shoku da yo ne..” kata Azka. ” Onigiri mo OK“. Itu Azka bilang pagi-pagi waktu bunda sedang menyiapkan bento untuk Azka dan Ayahnya. ” Kondate otayori ni aru da yo“. Oh ya…tapi dicek di selebaran menu ngga ada. Tapi rasanya lupa-lupa ingat. Hari ini sebenarnya hari pengganti  ensoku (piknik) kalau pada hari sebelumnya ternyata hujan. Jadi menu yang sudah ditetapkan hari itu tidak berlaku karena harus bawa bento. Bunda sudah siap memasak niku jaga kesukaan Azka. Selain itu bunda bawakan juga butter roll yang tertulis di menu sekolah hari ini. Karena butter roll yang disediakan sekolah mengandung bahan dari babi, jadi setiap ada menu roti selalu bawa dari rumah.
Setelah bento siap, bunda baru memeriksa tas Azka. Baru ingat kalau belum membaca renraku cho (buku penghubung). Ternyata di situ tertulis,” Asu wa gyouji shoku onigiri o motekitemo yoi“. Gubrakk…tapi sudahlah lah, sudah jadi kok bentonya. Lagipula kalau onigiri saja boleh apalagi lebih dari itu.

Tapi, roti butter roll itu sengaja pesan minta dibelikan Ayah kemarin sorenya. Butter roll yg bisa kami konsumsi itu dijual di JUSCO. Kebetulan biasa dilewati setiap pergi dan pulang kerja. Ternyata untuk membeli butter roll malam itu penuh perjuangan. Ayah harus berjalan kira-kira 20 menit untuk sampai ke JUSCO. Sampai-sampai beliau bersenandung ” Demiii… sebuah roti…aku jalan jauuuh… sekali” dan direkam di HPnya ( padahal sih ketinggalan bis terakhir….ngga beli roti juga kudu jalan :-P ).  O,ya rekaman senandungnya dijadikan alarm pagi itu. Pagi-pagi waktu alarm berbunyi, Azka mendengar suara alarm aneh itu terbangun dan membangunkan ayahnya, “Ayah…Ayah…bangun! ada obake!…”.  :-)

Pulang sekolah Azka cerita. Waktu makan siang, teman-temannya yang melihat bento Azka bilang,” ii…naa…(ih…asiik euuy….terjemahan bebas red.)”.  Soalnya teman-temanya cuma bawa onigiri. Azka sendiri yang salah bawa bento sesuai menu hari itu.

  • Kyou wa gyouji shoku da yo ne = hari ini gyouji shoku (pasnya diterjemahkan apa ya?)
  • Onigiri mo OK = onigiri saja juga boleh
  • Kondate otayori ni aru da yo = Di selebaran (terjemahan bebas juga) menu ada kok.
  • Obake = hantu

Akhirnya Aufa bisa juga naik sepeda roda dua. Ini cerita ayahnya yang melatih Aufa naik sepeda. Awalnya Aufa ngga PD, bilang ” dekinai…dekinai…(ngga bisa…ngga bisa…). Ternyata tidak perlu waktu lama, Aufa sudah bisa dilepas. Malah langsung menggenjot sepeda dengan cepatnya. Ayahnya mengingatkan supaya jalan pelan-pelan. Aufa malah menimpali sambil tetap memacu sepeda,” Ngga bisaaa kalau ngga ngebuuut…!

Tadinya ngga percaya, tapi  setelah melihat sendiri baru percaya. Dan memang benar ngga bisa pelan jalannya (Padahal sebenarnya belum bisa mengontrol kecepatan sepeda).

mobil Athif

Maaf ya Athif…Athif sendiri yang bilang ini  kuruma (mobil).  Sampai-sampai Kakak & Oniichan ngga boleh pake mobil Athif.  Tiap mau naek mobil ini pasti cari topi dulu. Kalau udah siap baru naik. Karena sayangnya Athif dengan mobilnya. Ayah bela-belain membetulkan lagi bagian yang robek-robek.  Mobil ini sampai sekarang masih ada. Ada yang mau pinjam?

Minggu kemarin kami menikmati Golden Week. Disebut Golden Week karena selama seminggu sejak tgl 29 April sampai 5 Mei (kecuali tangal 1 dan 2) di Jepang merupakan hari libur Nasional. Enaknya buat ibu-ibu sepertiku bisa bebas dari masak bento pagi-pagi. Bisa pergi ke sana ke mari sekeluarga. Seperti juga hanami akhir Maret kemarin, Golden Week kali ini sepertinya GW kami yang terakhir, karena insya Allah tahun depan kami akan kembali ke tanah air. Jadi kami tidak sia-siakan kesempatan liburan ini. Ada yang ngajak ke bazaar hayuu,  ke tabligh akbar AA Gym tentu saja mau, bbq-an juga ok. Tapi karena sibuk jalan-jalan, hasilnya beres-beres rumah ngga pernah tuntas. Selain itu cucian baju di rumah jadi ada tiga jenis, cucian yang baru dijemur, cucian yang sedang diaduk di mesin cuci, cucian yang lagi antri buat dicuci. Kalau mau ditambah, masih ada lagi cucian di kamar mandi yang harus dibersihkan dari lumpur dan pasir (karena hari Minggu hujan dan waktu hujan reda anak-anak langusng main di luar). Belum lagi cucian yang selesai dijemur dan belum dilipat. Masih ada lagi ding, yang belum disetrika. Tapi biar begitu tetap menyenangkan kok GW kemarin ….(pssst..kali nggak diajak jalan-jalan lagi)

telingakoala

Maksudnya telinga koala.  Bola besar ditambah dua bola kecil di kiri kanan bagian atasnya, jadilah koala.

tkoala2

 Tapi telinganya lepas teruus….

 tkoala3

 Susah lagi bawanya :-(   …

Ternyata menengok, menggelengkan kepala, mengangguk, bisa berganti posisi tidur dengan mudah itu nikmat. Subhanallah…baru kali ini tepatnya sebulan yang lalu saya “menderita” katakori berat. Orang Indonesia biasa menyebutnya salah tidur atau sakit punggung. Tapi kalau salah tidur biasanya hanya 2-3 hari sudah sembuh.  Ini sampai 2 minggu masih sakit. Sudah dipijit ( bukan pemijat profesional sih :-)   ), minum obat katakori yang banyak tersedia di toko obat (ternyata isinya vitamin B :-) ), pakai obat gosok katakori, sempat pakai couterpain dari mbak Devi,  sampai cari salonpas khusus katakori yang paling panas  belum sembuh juga.  Hmmm…kenapa yaa…

Akhirnya coba-coba cari penyebab sakit ini (ayah sih yang cari…), hmm…bisa karena terlalu lelah, melakukan posisi yang sama terus menerus, tidak rileks, mengangkat beban terlalu berat, bisa juga karena stress. Jadi yang mana nih yg paling bertanggung jawab? Saya masih ingat, pertama kali terasa sakit punggung ini waktu pulang dari dokter untuk memeriksakan Athif apakah sudah bebas influenza atau belum. Siang hari masih sakit di bahu saja, semakin sore semakin sakit sampai-sampai waktu memangku Athif dan Athif bergerak sedikit saja, saya menjerit kesakitan. Malamnya saya tidur tanpa bisa merubah posisi karena susah untuk membalikkan badan. Ya Allah…ada apa dengan diriku.

Karena berbagai usaha pengobatan sendiri tidak berhasil, sempat ingin periksa ke dokter atau pengobatan alternatif lain seperti terapi pijat dan semacamnya. Tapi ditakut-takuti ayah kalau dokter atau para tenaga ahli tersebut tidak mengenal belas kasihan, karena meskipun saya menjerit-jerit saat diterapi, terapi tetap akan dilanjutkan. Jadi…mundur teratur….
Ada juga yang menyarankan berendam air panas. Di sini sebenarnya biasa “ovuro”-an, mandi kemudian berendam air panas. Masalahnya rumahku di Midorigaoka jutaku ini tidak dilengkapi ovuro. 

Akhirnya ketemu katakori taiso ( senam untuk sakit punggung),  yang membantu membuat otot-otot tidak tegang dan menjadi rileks. Pertama kali praktek, masih terasa sakit. Lama-lama ternyata benar-benar membantu penyembuhan.

Eh, ternyata sakit punggungku yang sampai 2 minggu ini masih tergolong sakit punggung ringan. Dikatakan berat kalau sudah lebih dari 3 bulan. Oh..tidak!! 2 minggu saja sudah terasa beraaat. Tapi Alhamdulillah ding…saya hanya menderita sakit punggung ringan saja dan Alhamdulillah penderitaan itu kini sudah berakhir.

hanami 

Sebenarnya hari ini acaranya mengajar teman orang Jepang (atau belajar?soalnya beliau cuma mau ngobrol-ngobrol saja ^-^) bahasa Indonesia. Karena Azka masih libur jadi Azka ikut juga. Ternyata kami malah diajak hanami (melihat bunga sakura) di Aichi agriculture research center. Tempatnya luaas sekali. Kami melewati kandang sapi, pembibitan tanaman, kebun buah momo (buah peach?) yang baru kali ini saya lihat bunganya di sekujur tangkainya, tadinya saya kira itu bunga ume. Akhirnya kami berhenti di dekat danau kecil kemudian mencari tempat strategis untuk menikmati bunga sakura sambil makan siang. Tidak banyak orang yang datang untuk ber-hanami di sini. Ternyata beliau memang sengaja dan suka tempat ini karena tidak terlalu ramai.  Sambil makan kami ngobrol macam-macam, tentunya dalam bahasa Indonesia. Sesekali saya membetulkan kalimatnya yang terbalik-balik seperti kalau saya berbicara bahasa Jepang :-) . Azka dan Athif lari-lari ke sana-sini sampai akhirnya menemukan katak kecil di sisa tebangan batang pohon. 

 k

Berhubung waktu Azka ditanya mau naik kuda ngga, dan jawabannya mau. Akhirnya kami diajak ke bokujou (tempat peternakan). Di sini juga tempatnya cukup luas. Selain peternakan kuda, juga ada peternakan sapi dan tempat pengolahan produk sapi. Ada tempat untuk barbeque juga.  Tempat ini dikelola oleh yayasan swasta yang mengelola juga rumah sakit dan panti jompo yang ada di sekitar peternakan ini juga. Sebenarnya tempat ini bagus sekali untuk anak-anak karena ada kegiatan seperti memeras susu sapi, membuat mentega, membuat sosis…tapi karena hari ini bukan jadualnya jadi tadi Azka sudah cukup puas menunggang kuda poni dan bermain di labirin bunga nano. Kyou wa tanoshikatta ne Azka….

Hari Minggu kemarin kami  pulang dari jalan-jalan.  Sudah cukup larut dan angin bertiup cukup kencang. Lumayan dingin jadinya. Kami duduk di halte menunggu bis datang. Sambil mengisi waktu, saya main tebak-tebakan sama Azka Aufa. ” …ju tasu ju wa…” “niju!” Azka yang jawab. ” ju tasu san wa…” “jusan!” Lagi-lagi Azka yang jawab. Jadi ganti pertanyaan. “Aufa…ichi tasu ichi wa…”. “ni!” Akhirnya dijawab Aufa juga. Saya tanya Aufa lagi, ” ni tasu ichi wa…”. ” san! kantan da yo…” Hehehe…emang gampang itu mah. Coba kalau ini bisa ngga, ” ni tasu san wa…”. Aufa diam saja. Karena dingin tangannya disembunyikan di kantong jaketnya. Agak lama dijawab juga, ” go da yo..”. Saya nyeletuk “Hee…doshite shiteruno??”    Ngga nyangka soalnya ^-^. ” Datte sa…gonin kazoku da yo…ni tasu san wa go desu yo ( ngitung sambil nunjuk kita satu persatu). Aufa memasukkan lagi tangannya ke sakunya. Bis belum dateng juga. Saya tanya Aufa lagi, ” ja..go tasu go wa”. Aufa diam lagi agak lama. Kepalanya sedikit mengangguk-angguk. ” ju!…”. ” Hee…sugooi….doshite shiteruno?” Lagi-lagi saya ngga percaya.  Akhirnya Aufa mengeluarkan tangan yang disembunyikannya dan menunjukkan ke sepuluh jarinya, ” Datte sa go tasu go wa ju da yo!”.  Woo…ngitung pake jari juga toh….

  •  
    • ju tasu ju= sepuluh tambah sepuluh
    • ju tasu san = sepuluh tambah tiga
    • ichi tasu ichi = satu tambah satu
    • ni tasu ichi = dua tambah satu
    •  Doshite shiteruno = lho kok tahu?
    • Datte sa gonin kazoku = soalnya kan keluarga kita lima orang

Pake baju kakak

Pakai baju berlapis baju kakak. Bagus sih…ada gambar anpanmannya.

Pake topi sekolah kakak

Mumpung ngga dipake kakak. Topi sekolahnya Athif pinjem.

Pake topeng

Hwaaa! takut ngga?!

Pakai baju berlapis

Sudah pake baju yang merah tapi kok yang kuning ini keren ya…pake juga ah…Tapi lho?! itu tangan kanannya?!

Ini ketiga kalinya saya menyapih anak. Mungkin hal yang mudah sebenarnya tapi beraaat sekali rasanya. Apalagi pada hari-hari pertama. Saya dan Athif sama-sama berurai air mata, ’saling menyakiti’ kata seorang teman yang baru pertama kali menyapih anaknya . Meskipun sudah jauh hari sebelumnya Athif diberitahu kalau sudah 2 tahun sudah tidak nenen lagi dan secara bertahap mengurangi jadual menyusuinya. Meskipun saya sudah memantapkan hati akan menyapih Athif saat genap berusia 2 tahun. Bagaimana tidak,  selama 2 tahun kami menjadi dekat dengan aktivitas ini. Masih terbayang mata jernihnya saat menyusui berkedip-kedip memandang sampai perlahan-lahan mata itu menjadi redup dan akhirnya tertidur pulas. Saat menyusui sebenarnya bisa menjadi saat istirahat juga disela-sela urusan rumah. Bisa sambil menyenandungkan lagu, surat-surat pendek, mengenalkan anggota badannya, bercerita atau akhirnya sama-sama tertidurr….Dengan menyusui juga tangisan bisa segera diredakan, kerewelan anak bisa segera dihentikan, menidurkan anak bisa lebih mudah, masalah jadi cepat selesai, makanya tidak heran ada ibu yang masih tetap menyusui (?) anaknya sampai lewat 3 tahun karena alasan tadi.

Kalau gitu nanti saja disapihnya. Itu juga bukan ide yang baik. Yang saya tahu di Al Quran tersurat kalau menyusui sampai 2 tahun itu sudah dikatakan sempurna. Dari segi kesehatan, kualitas ASI saat anak usia 2 tahun sudah berkurang. Dari sudut psikologi juga bisa menimbulkan “ketergantungan yang tidak sehat”.  Seperti Ibu yang tetap membiarkan anaknya tidak disapih sampai lewat 3 tahun tadi. Yang jelas semakin besar anak semakin sulit menyapihnya.  Ya sud..kalau begitu kenapa harus merasa berat doong…….Sebenarnya…cuma ingin dimengerti saja kok  ^o^  kalau menyapih itu butuh pengorbanan dan keteguhan hati.. (huek..huek…)

Alhamdulillah sudah sebulan berlalu…Athif sudah mulai bisa tidur nyenyak tanpa terjaga di malam hari. Ini baru tahap awal melepasnya menuju kemandirian.  Masih ada saat-saat ‘menyedihkan’ lain yang meskipun berat tapi harus dilalui. Saat hari pertama pergi sekolah…saat harus sekolah di tempat jauh seperti Ayahnya….saat menikah nanti….

Satu saja harapan bunda (yang ditulis di sini),  semoga menjadi anak-anak yang shaleh…….

« Previous PageNext Page »