Judul yg sekarang baru nyambung dengan isinya. Sebenarnya sejak bulan Juli lalu pengen nulis tentang ini. Tapi terpaksa disimpan dulu dalam hati. Ehm…waktu itu saya terharu dengan isi email seorang teman yang salah satu baris kalimatnya mendoakan saya yg sedang dianugrahi amanah lagi. Bagaimana tidak terharu, waktu itu saya sedang payah-payahnya mabuk karena hamil muda. Orang Jepang menyebutnya Tsuwari. Semua jenis makanan tidak ada yg bisa mengugah nafsu makan saya. Seandainya adapun paling hanya sebatas keinginan, setelah di depan mata tetap saja susah masuk ke tenggorokan. Satu-satunya yg bisa sedikit mengobati rasa mual yaitu lemon tea (sekarang sudah tidak terlalu suka, tapi jadinya Athif yg tergila-gila dengan lemon tea). Yang lainnya saya paksakan makan meskipun cuma sedikit. Jadi wajar kalau selama 4 bulan pertama berat badan saya bisa turun sampai 5 kg. Ups…sebenarnya saya tidak berniat menceritakan kehamilan saya. Sesuai judul saya mau menulis tentang amanah. Kembali lagi ke teman yg mendoakan saya tadi, beliau sendiri sebenarnya punya amanah juga, yang bagi saya berat untuk menjalaninya, amanah sebagai seorang pelajar. Ya..setiap orang punya amanah masing-masing, yang Allah bebankan kepada setiap orang sesuai dengan kesanggupannya. Saya jadi teringat seoarang teman yang baru saja kehilangan ‘amanah’ yang baru beberapa minggu dikandungnya. Tapi bagi saya ini rahasia Allah, bukan berarti beliau dianggap belum sanggup atau belum dipercaya. Biasanya orang Indonesia, orang Sunda mungkin tepatnya, sering mengatakan “teu acan dipercanten” (belum dipercaya) kalau ada yang belum juga diberi momongan. Lagi pula sudah diberi ‘amanah’ ataupun belum, dua-duanya ada ujian didalamnya. Perlu rasa syukur dan sabar juga dua-duanya. Kalau kasus saya yang belum diamanahi anak perempuan
, apakah berarti saya belum dipercaya untuk mendapat anak perempuan. Mungkin saya lebih pas jadi wanita perkasa dibalik suksesnya laki-laki hehehe….
Bersyukurlah bagi mereka yang dianugrahi amanah sesuai dengan harapannya. Ingin cepat punya momongan, bisa cepat punya momongan. Ingin meneruskan sekolah sampai S3 bisa terlaksana. Ingin bekerja sesuai ilmu yang ditekuni bisa tercapai.
Tetapi amanah tetap amanah, semuanya adalah titipan dari Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban-Nya. Sudahkah amanah ini kita jaga atau kita jalankan sesuai dengan tuntunan-Nya. Glukk….kalau sudah ingat ini, amanah ternyata sesuatu yang sangat beratt, bukan sesuatu yang pantas kita bangga-banggakan.