Minggu kemarin terakhir kalinya saya (bersama Athif dan Ariq tentu…) ke sekolah Azka dan Aufa untuk acara Jugyosankan dan kondankai. Jugyo sankan maksudnya melihat anak-anak saat jam belajar di sekolah. Sedangkan kondankai adalah rapat orang tua dengan guru/wali kelas. Kegiatan ini salah satu bentuk komunikasi antara sekolah dan orangtua murid. Setiap catur wulan di sekolah Azka-Aufa ini dua kali diadakan jugyosankan, pada bulan pertama dan bulan ke tiga. Sedangkan kondankai satu kali setiap caturwulan. Selain kondankai ada juga kateihoumon (kunjungan guru wali kelas ke rumah) dan kojinkondankai (pertemuan orangtua dan wali kelas perorangan).

Kateihoumon biasanya pada caturwulan pertama bulan pertama. Pada kateihoumon ini wali kelas menyampaikan kondisi anak kita selama di sekolah, seperti apa tingkahnya pada saat jam pelajaran, bagaimana daya tangkap anak terhadap pelajaran, bagaimana hubungan anak dengan teman-temannya. Saat kateihhoumon juga bisa kita manfaatkan untuk menyampaikan harapan atau kecemasan kita akan kondisi anak di sekolah, bisa juga menyampaikan hal khusus apakah mengenai makanan yg bisa dikonsumsi anak-anak pada saat jam makan ataupun permintaan untuk memberikan tempat khusus saat jam makan pada saat bulan Ramadhan. Jangan kira kateihoumon ini memakan waktu berpuluh-puluh menit. Paling lama hanya 10 menit. Guru hanya berdiri di depan pintu rumah, tidak ada acara masuk rumah apalagi menyuguhkan sekedar teh dan kudapan. Karena setelah itu guru akan mengunjungi ke rumah murid berikutnya.

Kojinkandankai biasanya diadakan pada caturwulan kedua. Awalnya orangtua diminta mengisi formulir kira-kira tgl berapa dan jam berapa bisa hadir di ke sekolah dari tanggal dan jam yang ditawarkan oleh sekolah. Rentangnya biasanya satu minggu. Waktunya juga hampir sama dengan kateihoumon paling lama 10 menit. Karena sudah dijadual jadi tidak ada acara menunggu asalkan kita datang sesuai jadual.

Kembali ke Jugyosankan dan kondankai minggu lalu. Kalau di kelas Azka pas pelajaran on-gaku (kesenian). Azka dan teman-temannya unjuk kebolehan main angklung yang dibawa Azka dari rumah (dapat pinjam dari PPI^0^). Di selebaran info tentang acara hari itu, tertulis ‘penampilan alat musik angklung dari Indonesia’ (kira-kira begitu artinya). Tertulis juga kalau Azka akan pulang ke Indonesia April nanti. Bahkan di sampaikan langsung oleh wali kelas sebelum acara dimulai.Hiks…aura kesedihan sudah mulai terasa….Di kelas Aufa, sebelumnya ada penampilan lagu oleh anak-anak dilanjutkan dengan pelajaran matematika…(bersambung…)