Mataniti maaku atau maternity mark sepertinya baru diluncurkan tahun ini. Maternity mark ini bisa didapatkan di kuyakusho sewaktu menyerahkan surat keterangan dokter untuk mendapatkan boshi kenkou techo atau buku perkembangan kesehatan untuk ibu hamil dan anak.
Maternity mark ini dimaksudkan untuk memberikan tanda bagi ibu hamil (ya iyalah…!). Dengan adanya tanda ini, ibu hamil mendapatkan prioritas tempat duduk di kendaraan umum sama seperti orangtua, orang cacat, ataupun yang membawa anak kecil. Sebenarnya prioritas untuk ibu hamil sudah ada sejak lama. Tapi dari gambarnya hanya untuk yang sudah hamil tua yang sudah terlihat buncit perutnya. Dengan adanya tanda ini, ibu hamil yang masih muda, yang umumnya mengalami tsuwari (mabuk saat hamil muda) dan secara fisik belum terlihat seperti orang hamil, bisa juga mendapatkan prioritas yang sama.
Bagi saya tanda ini bermanfaat sekali. Pengalaman waktu hamil anak ke-tiga, kalau naik bis terutama, yang selalu bersaing dengan obaasan dan ojiisan, saya sering dilema antara memberikan tempat duduk untuk ojiisan-obaasan tersebut padahal saya sedang tsuwari, tidak kuat berdiri lama. Atau tetap duduk, tapi terus-terus diliatin obaasan yang mungkin menganggap saya wagamama. Tapi dengan adanya tanda ini saya bisa duduk dengan tenang. Meskipun begitu, dalam kondisi darurat, saat semua tempat duduk penuh, dan kebetulan ada obaasan atau ojiisan yang sudah sangat uzur dan kebetulan berdiri di samping tempat duduk saya, ya tetaplah saya tidak tega dan tidak nyaman untuk terus menikmati duduk saya.
Sayangnya, mungkin karena kebijakan baru dan belum semua mengetahuinya atau mungkin tanda itu terlalu kecil untuk bisa dilihat orang, jadi pada saat jam-jam kereta atau bis penuh, ya tetap saja kita harus tahan untuk berdiri. Atau mungkin, ada yg melihat tapi mereka juga sedang capek-capeknya dan ingin duduk juga.
Tanda yang saya punya sebesar gantungan kunci yang bisa digantung di tas. Tapi ada juga teman yang mendapatkannya berupa stiker kecil sebesar koin 1 yen, yang bisa ditempel di tas. Kecil sekalii, mana ada yang lihaat…
Kalau melihat tujuan dibuatnya tanda ini, saya jadi terharu (berhubung saya sedang hamil)…ninsanpu ni yasshii kankyouzukuri (menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ibu hamil). Yah meskipun hanya berupa lingkungan fisik, tapi kebijakan ini harus sangat disyukuri. Tanpa kebijakan ini saja, naik bis dan kereta di jepang sudah sangat-sangat nyaman. Apalagi adanya kebijakan bagi ibu hamil ini. Lebih baik lagi kalau bisa menciptakan lingkungan yang nyaman secara psikologis bagi ibu hamil. Karena hal itu juga sangat berpengaruh bagi perkembangan janin di rahimnya. Hehehe…itu udah beda lagi urusannya ya…Ada lagi tulisan yang tertera di tanda itu yang saya lihat di bis atau kereta yang juga membuat saya terharu, chiisana inochi ni mo yasashiisa wo…Subhanallah…
Sekarang ini, insya Allah 7 minggu lagi menuju ke 40 minggu. Saatnya bayi sudah ‘wajib’ lahir, kemungkinan lebih cepat dari perkiraan. Mataniti maaku yang saya punya sudah tidak akan dipakai lagi. Ada yang mau pinjam??
December 10, 2007 at 2:34 pm
wah bunda saya ketinggalan nih ternyata udah banyak cerita disini….
Bun semoga genki selalu ya sampai bayinya keluar dan sampai gede he..he…btw kapan hima ntar kita bikin pinky rose di midorigaoka yuk
December 12, 2007 at 11:26 am
Terima kasih atas doanya mbak Devi. Wah..ureshii diajakin bikin pinky rose, Ayo…saya hima terus sejak ‘divonis’ harus bedrest. Mba Devi bisanya kapan?
April 4, 2008 at 10:00 am
saya mo pinjem sebenernya…
ra ngerti wong Jepang…mosok harus diberi ma-ku dulu baru diakui kalo hamil!!
kedahna mah, ngga usah pake tanda juga orang Jepang sdh seharusnya melihat jelas bhw si Ibu lagi hamil…ato mereka lgsg pura2 tidur ya, jadi ga melihat
ato dikira lagi maen dorama jadi ibu hamil….hihiihi…
May 15, 2008 at 10:42 am
he..he..ini blm update lagi yaa..ayoo dong..update cerita 4 “A”nya…
May 26, 2008 at 5:49 am
wahhh,, hajimete buka blog nya Teh Nunun!! menyenangkannn
iyah iyahh setujuuuu!!! tanda itu berguna bangettt,, walau pas dikasih, rahma bingung banget,, ini gantungan kunci untuk apa???
dan tersadarkan saat di chikatetsu liat Ibu2 pake tanda itu,, ohh,, untuk ngasih tanda bagi yang hamil toh,, hehe,, jadi seneng, kemana2 bawa itu, ganti tas, dipindah dulu gantungannya, yang lucu kl tas rahma dibawain suami, orang2 langsung pada bengong liat suami hahaha,,
June 26, 2008 at 3:30 am
wah ceritanya bagus